Prosedur Pengumpulan data

14/01/2012

Prosedur Pengumpulan Data

                Teknik pengumpulan data secara holistik dan integratif harus memperhatikan relevansi data dengan berfokus pada tujuan. Ada tiga teknik  pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian kualitatif in , yaitu :    (1) wawancara mendalam (in depth interview); (2) observasi partisipan (participant observation); dan (3) studi dokumentasi  (study documents)

  1. Wawancara Mendalam

                Wawancara sebagai piranti metodologi dalam penelitian kualitatif digunakan untuk menangkap makna secara mendasar dalam interaksi yang spesifik (Fontana &Frey dalam Denzin & Lincoln , 1994). Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara tidak terstandar (Unstandardized interview) yang dilakukan tanpa  menyusun suatu daftar pertanyaan yang ketat ( Koentjaraningraat, 1989; Danandjaja, 1988). Selanjutnya, wawancara yang tidak berstandar ini dikembangkan dalam tiga teknik, yaitu (1) wawancara tidak  terstruktur (unstructured interview atau passive interview), (2) wawancara agak terstruktur (somewhat structured interview atau active interview), dan (3) wawancara sambil lalu (casual interview).

  2.  Observasi Partisipan

           Observasi partisipan merupakan karakteristik interaksi sosial antara peneliti dengan subyek-subyek dalam lingkungannya. Dengan kata lain, proses bagi peneliti memasuki latar dengan tujuan untuk melakukan pengamatan tentang bagaimana peristiwa-peristiwa (event) dalam latar memiliki hubungan (Goetz & Le Comte, 1981), dengan tujuan teknik ini digunakan untuk melengkapi dan menguji hasil wawancara yang diberikan informan yang kemungkinan belum holistik atau belum mampu menggambarkan segala macam situasi (Patton, 1980) atau melenceng (Moleong, 1989; Muhadjir, 1988; Sonhaji dalam Arifin, 1994).

      3.   Studi Dokumentasi

                   Studi dokumentasi menurut Sonhadji (dalam Arifin 1994) digunakan untuk mengumpulkan data dari sumber-sumber non-insani. Adapun alasan digunakan studi dokumentasi adalah ; (1) sumber-sumber ini tersedia dan murah (terutama dari konsumsi waktu), (2) dokumen dan rekaman merupakan sumber informasi yang stabil, murah dan akurat dan dapat dianalisis kembali, (3) dokumen dan rekaman merupakan sumber informasi yang kaya, secara kontekstual relevan dan mendasar dalam konteksnya, (4) sumber ini merupakan pernyataan legal yang dapat memenuhi akuntabilitas, dan (5) sumber ini bersifat nonreaktif, sehingga tidak sukar ditemukan dengan teknik sajian isi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: